[ESCAPE] Krakatoa at August

9:16:00 PM

Adit, Maria, Andin

Akhir Agustus lalu, saya dan teman teman kantor saya sudah tidak sabar sekali ingin berjalan jalan. Hal ini dikarenakan penat, bosan, jenuh, dan alasan satu dan lain hal. Awalnya kami ber tujuh, namun lagi lagi seperti biasa selalu ada beribu alasan, kami tinggal ber tiga.

Saya, Adit, dan Maria. Tanggal perjalanannya adalah tanggal 29, 30, dan 31 Agustus. Kami menggabungkan diri dalam open trip yang kami temukan di internet buddy backpacker, total orang orang yang bergabung mencapai 25 orang.

Hari Jumat siang sekitar pukul 2 siang kami bertiga sudah cabut dari kantor untuk menuju ke arah Terminal LeuwiPanjang sekaligus mengambil kamera underwater dari teman kami yang juga rumahnya kebetulan berada di daerah sana.

Kira kira pukul empat - setengah lima kami sudah sampai di LeuwiPanjang. Tidak sulit menemukan bus jurusan Bandung - Merak. Kami naik bus Arimbi, naik, menunggu kirakira 10 menit kemudian langsung berangkat. Tiket bus Bandung - Merak adalah 75 ribu rupiah.

Perjalanan Bandung Merak cukup lama dan melelahkan, ditambah kami sudah keluar dari kantor sejak siang menjelang sore sehingga terasa cukup lama di jalan. Kira kira perjalanan Bandung - Merak yaitu 5 hingga 6 jam. Kira kira pukul 11 malam kami tiba di Pelabuhan Merak. Kami dan teman teman open trip dijadwalkan berkumpul jam 11 malam.

Kami bertiga sudah khawatir, tapi ternyata karena banyak yang kena macet, jadi jadwal naik ferry Merak - Bakauheni dimundurkan hingga kira kira pukul 1 dini hari. Pukul 1 dini hari kami naik ferry menuju Bakauheni kira kira 3 jam.

Perjalanan belum selesai, dari Bakauheni kami mencarter angkot untuk menuju Dermaga Canti yang akan mengantarkan kami kembali menyebrangi Selat Sunda menuju Pulau Sebesi. Naik angkot kira kira 2 jam. Kami tiba di Dermaga Canti sekitar subuh, setelah sholat subuh di masjid terdekat, kemudian kami naik kapal menuju Pulau Sebesi. Perjalanan dari Canti menuju Sebesi kira kira 1 - 1,5 jam menggunakan kapal kecil.

Dermaga Canti
Matahari mau terbit di ujung pulau

Sebelum tiba di Sebesi, kami menyempatkan mampir di sebuah pulau kecil bermain air di tepi pantainya (lupa nama pulau nya) baru kemudian kami meletakkan tas di Pulau Sebesi. Kami tinggal di rumah warga. Kami disuguhi oleh literally pisang goreng oleh Ibu pemilik rumah, pisang yang dipotong kemudian digoreng. Manis dan enak.

Main air di pantai di suatu pulau kecil sebelum menuju Sebesi

Menjelang sore kami menuju Pulau Umang Umang untuk bermain air di pantai yang banyak batu batu besarnya. Cantik sekali dan benar benar menyenangkan. Kami bermain sampai senja menjelang, so damn much fun! Sebelum air pasang kami cepat cepat pulang sebelum badan kami tenggelam (apalagi aku hahaha).



Batu batu besar di Pulau Umang Umang

Setelah beristirahat dan makan malam, sekitar pukul sembilan malam kami membakar ikan (tapi saya cuma ikut sebentar karena sudah mengantuk). Saya memutuskan untuk tidur dan bersiap untuk besok naik Krakatau subuh kira kira pukul 3.

Ohya, di Sebesi listrik hanya sampai pukul 10 malam, sisanya gelap. Saya terbangun pukul 3 dini hari tapi hujan turun cukup deras. Saya pun tertidur lagi. Perjalanan kami tertunda hingga pukul 6 pagi menunggu hujan reda. Perjalanan menuju Anak Krakatau dari Sebesi kira kira 2 jam.

Di perjalanan menuju Anak Krakatau kami sudah tidak banyak melihat pulau pulau kecil. Anak Krakatau sendiri terletak di antara 3 pulau, yaitu Krakatau (yang Induk), Pulau Sepanjang, satu lagi lupa apa. Anak Krakatau ini masih aktif, sedangkan Krakatau induk sudah tidak aktif.

Kami melakukan trekking pada Anak Krakatau. Anak Krakatau sendiri terdiri dari pasir vulkanik yang berat (semacam Bromo) kami hanya bisa trekking sampai pada bahu gunung. Kami bisa melihat cekungan kepala gunung Krakatau yang katanya masih aktif.

Anak Krakatau terlihat dari kapal saat kami sudah dekat
Batu karang kesepian
Krakatau Induk

Trekking menuju bahu krakatau hanya membutuhkan waktu kira kira 30 menit. Sampai di bahu nya kami bisa melihat 3 pulau tadi dan laut. Cantik sekali!!! Matahari terik sekali siang itu. Tak berapa lama kami memutuskan turun.

View selama naik menuju bahu Anak Krakatau
View dari bahu Anak Krakatau

Setelah dari anak Krakatau, kami snorkling di sekitar Krakatau Induk namun karena air mulai naik (ombak tinggi) kami hanya sebentar saja. Oh ya snorkling di sini cantik sekali :D

Siangnya kami cepat cepat berkemas untuk bersiap kembali ke Bandung dengan rute perjalanan yang sama. Perjalanan yang cukup jauh membuat kami sudah capek di jalan. Sampai akhirnya saya, Adit, dan Maria sampai di Bandung pukul 7 Senin pagi, dan kami harus ke kantor pukul 9 pagi hahaha :)))

Perjalanan kali ini menyenangkan sekali karena kami bergabung dengan rombongan lain yang absurd, dari teman teman apoteker di Kalbe yang senior dan junior trip bareng, teman teman kru Kompas TV yang semuanya kru TV tapi tidak membawa kamera sama sekali, sampai mas mas rombongan fitness bertato.

Oh ya kami di sana juga bertemu rombongan lain yang lagi lagi anak arsitektur :))
Damn!

We have so damn much time selama weekend tersebut!
Can't wait to have another journey to the sea outside Java Island.
That was my first time stepped in Sumatra, by the way.

If you want to see the picture more, go through my instagram and also my facebook account :)


You Might Also Like

2 comments

addinaf

hersketch