Tentang Sesuatu

3:32:00 AM


Sudah lama saya tidak posting mengenai sesuatu. Sesuatu yang random, sesuatu yang sehari-hari, atau sesuatu yang mendalam. Semakin ke sini, saya semakin terlihat ignorance dan skeptis terhadap sesuatu. Saya berpikir praktis dan mudah, sebisa mungkin tidak merepotkan dan atau melibatkan orang lain. Semakin sedikit pula saya membagi hal-hal yang personal. Which I don't know if it's a good sign or not.

Mungkin bisa juga karena semakin ke sini, tidak semua orang bisa menerima saya. I mean, banyak hal-hal yang mungkin sulit dipahami bagi sebagian orang, yang mungkin ketika mereka mendengarnya, saran, dan pendapat mereka justru menjadi bumerang bagi saya. Bukan berarti saya sombong, vice versa, teman-teman saya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak juga mungkin akan cenderung berbagi kepada teman yang dianggap sudah memahami permasalahan mereka (ya, yang sudah menikah dan punya anak juga). Karena saya belum bisa membantu memberikan saran yang tepat untuk mereka. Begitu pula sebaliknya.

Salah satu penyebab kuatnya adalah sejak saya berada di sini. Saya belajar terlalu banyak hal di sini, selain pelajaran, tapi juga bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. To be honest, banyak interaksi kurang bermanfaat yang mungkin, kita, sebagai orang Indonesia sering lakukan. Terlalu banyak obrolan yang kurang etis secara norma yang diperbincangkan dengan blak-blak-an dengan dalil norma dan etika, walaupun apa yang terjadi adalah sebaliknya. 

Walaupun mungkin sejak saya resign dari pekerjaan saya yang lama, saya menjadi lebih skeptis dari saya pada tahun 2000-belasan awal, namun, sejak tinggal di sini, kebiasaan itu semakin menjadi. Bukan berarti saya tidak peduli, saya hanya berusaha menempatkan diri pada porsi saya sebagai another person yang mungkin tidak pernah berada di sepatu tersebut.

Di satu sisi, saya juga belajar untuk sebisa mungkin tidak merepotkan orang lain. Saya tidak tahu apa pendapat kalian yang mengenal saya mengenai saya. Dari dulu saya bisa bilang saya cukup bisa mengurus dan manage diri saya in term of kuliah, pekerjaan, dan kehidupan di luar dua tersebut seperti hobi dan kehidupan sosial. Sebisa mungkin, minimalkan bertanya mengenai pertanyaan yang mungkin kamu bisa dapatkan, dengan membaca lebih teliti, melihat lebih detail, dan atau mendengar lebih dalam. Sebisa mungkin lakukan segalanya sesuai prosedur yang ada, untuk mempermudah, dan menghindari 'gesekan' antar manusia.

Saya mungkin terdengar kurang lucu, seru, atau hidup kurang menarik karena saya berangkat sekolah tepat waktu, hang out dengan teman, coffee, tidak mengejar kereta, bus, atau pesawat, atau hal-hal 'menarik' lainnya. Jika memang ada sebuah prosedur, maka sebisa mungkin menyesuaikan dengan prosedur yang ada. Untuk menghindari, seperti yang saya sudah sebutkan sebelumnya, 'gesekan' antar manusia yang sebenarnya tidak perlu.

You may think I'm a heartless person, but I am not.
Saya hanya mencoba melihat segala sesuatu lebih realistis dan faktual, yang justru membuat hidup lebih sederhana dan simpel. Karena menurut saya, apa yang saya jalani sudah cukup challenging, tanpa saya beri tambahan bumbu-bumbu penyedap. Sudah cukup sesuai porsinya. 

Saya juga berusaha sebisa mungkin menjaga pertemanan. Tapi tak bisa dipungkiri 'jarak' itu tetap ada. Remember that, the older you get, the smaller the circle. That doesn't mean you need to delete the other circles, namun saya yakin, kalian juga pasti menyadari, bahwa tidak mudah untuk menjaga komunikasi dengan semua kontak dari zaman kalian SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja, dan sebagainya dan sebagainya. Pada akhirnya semua akan 'terseleksi'.

Saya masih akan menjadi teman yang akan berusaha mengucapkan selamat ulang tahun, tapi akan sulit untuk menanyakan kabar kalian setiap hari. Saya juga akan berusaha menemui teman-teman jika saya bisa dan mampu, walaupun mungkin keadaannya lebih sering tidak memungkinkan. Those things. Yang terkadang tidak bisa diterima semua orang. 

Hal-hal tersebut yang membuat saya menjadi skeptis dan 'heartless'. Permasalahan yang saya hadapi, akan saya sampaikan dan bagikan pada orang terdekat yang saya anggap mampu membantu atau mengerti keadaan tersebut. Atau kepada orang terdekat yang saya rasa akan penting baginya untuk mengetahui poin permasalahan tersebut. It's not that I need to share all the problems to every contacts in my phone one by one, no?

Anyway, this post is really turning into 'something' that I mentioned before.

By the end of this post, probably, you were right, I become more arrogant, or ignorance, way much more than I before, or whatever you said about me. You might also say I become a better version of myself. That could be.

After all, time flies, life happens, and people change, no?

Addina Faizati
Milan, Autumn, 2017

You Might Also Like

0 comments