Spring, with a Pinch of Summer in Milan

By Addina Faizati - 7:21:00 PM

Primavera a Milano
Primavera e estate in anticipo!

Ciao!
I'm really sorry I was off for a while, April menjadi salah satu bulan sibuk-tapi-nggak-sibuk buat saya. Saya mendominasi April saya dengan di rumah, jalan-jalan di kota Milan di akhir pekan, berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket, ke kampus saat saya membutuhkan, my boyfriend's graduation, dan saya sempat kerja menjadi fotografer dokumentasi dan video editor di Salone del Mobile beberapa waktu lalu. Which I would like to share the photos with you, but I couldn't.

Anyway, akhirnya bulan ini (April) menjadi bulan yang menunjukkan tanda-tanda musim semi, bunga sudah mulai bermekaran. Sebenarnya ini pun sudah terlambat sih kalau dibandingkan dengan tahun lalu, di mana bunga-bunga sudah bersemi di bulan Maret. Tahun ini cukup anomali dikarenakan oleh angin dingin dari Siberia. Anyway, musim semi adalah musim favorit saya! Despite all the heat that following just 3 weeks after. LOL
My fav photo from this spring
Full bloom in the store nearby
Okay, I don't know where to start now. Bulan ini bisa dibilang saya mulain intens mengerjakan Tesina saya, yang sebenarnya saya masih merasa kurang dalam hal intensitas, saya masih banyak malas-malasan dan mager-mageran. Ditambah dengan beban 6 kredit yang belum saya selesaikan dan saya kurang beruntung karena tujuan saya mengambil mata kuliah tersebut adalah karena pada tahun lalu, mata kuliah tersebut selesai di awal semester (Februari/Maret), nyatanya tahun ini, mata kuliah tersebut melakukan hal yang berkebalikan. Means that, dimulai di bulan Mei dan berakhir di bulan Juni.

Pada kelas pertama minggu lalu prof sepertinya menyadari bahwa beberapa anak semester empat (terutama jurusan saya) menyesali perubahan timeline mata kuliah tersebut (kelas tersebut campur dengan jurusan desain lain), beliau kemudian memberikan opsi yaitu tugas individu berupa essay dan oral exam. Ohya, untuk catatan, selama saya studi di sini, terutama di jurusan saya,  hampir semua tugas dan exam adalah group-work (90%), dan saya bisa bilang, group work itu cukup melelahkan, and I can not take another group work until June. Saya dan beberapa teman satu jurusan saya akhirnya memutuskan untuk memilih tugas individu sebagai exam.

Kemudian Milan Design Week. April adalah bulan desain bagi Milan. Heaven for designer, I must say, I always overwhelmed by design in this month. Milan Design Week adalah satu minggu penuh di mana hampir semua toko membuka diri (bagaimana ya istilahnya) dan mempromosikan produk mereka, free stuffs, dari toko-toko high-end, sampai toko indie. Tidak hanya itu, beberapa bangunan yang biasanya close for public juga dibuka dan dibuat instalasi di dalamnya. Banyak distrik di Milan ramai oleh acara kesenian, musik, desain, free trial, exhibition, dan tidak hanya oleh designer Italia, namun juga banyak negara di seluruh Eropa, bahkan dunia. Contoh brand-brand atau desainer terkenal yang membuka di Milan Design Week dari Hay, Sony, Panasonic, Nendo, Kengo Kuma, Foscarini, COS, Phillip K, just mention whatever it is.

Oh ya, acara di dalam kota Milan yang gratis ini disebut Fuori Salone. Sedangkan acara utamanya sendiri adalah Salone del Mobile (yang sudah saya sebutkan sepintas sebelumnya), yaitu exhibition B to B di expo Rho Fiera Milano, di mana hampir 2000 brand melakukan pameran di expo super besar yang terdiri hingga 26 an hall yang berbayar sekitar 25 - 35 Euro. So huge, there I said it, so freaking huge! Kebetulan tahun ini saya mendapatkan kesempatan free-pas selama dua hari di Salone del Mobile (ya sebenarnya masih bisa masuk 3 hari lainnya, tapi saya tidak menggunakan kesempatan tersebut).

Salone del Mobile (Rho Fiera Milano)
Exhibition B to B ini benar-benar di luar apa yang saya bayangkan, saya sendiri tidak menyangka kalau Rho benar-benar sebesar itu dan merupakan salah satu acara potensial di mana customer dan company bisa saling bertemu dan melakukan transaksi dalam jumlah besar (transaksi yang bisa melibatkan kontainer-kontainer antar negara antar benua), dan biasanya digunakan untuk keperluan hotel, resort, mall, atau komersial lain. Dua hari bekerja di hall 14, saya merasa exhausted dan memutuskan untuk menggunakan dua hari sisanya untuk berkeliling Fuori Salone di kota Milan.

Ada beberapa district yang bisa dikunjungi dan terbuka untuk umum saat Fuori Salone, Lambrate, Brera, Ventura, dan beberapa spot building yang cukup besar untuk menampung instalasi tertentu. Spotlight tahun ini beberapa diantaranya adalah COSxPhillip K., Audi, Sony, Nendo, Kengo Kuma, yang sudah bisa dipastikan terjadi antrian panjang untuk melihat exhibition/installation nya.

Saya sendiri hanya sempat mengunjungi beberapa spot yaitu Brera dan Ventura, saya tidak menyempatkan diri saya untuk COS, Audi, maupun Nendo dan Kengo Kuma yang terletak di satu area yang sama dikarenakan kelelahan di Salone del Mobile dua-tiga hari berturut-turut sebelumnya. Tahun lalu saya merasa cukup overwhelmed by design, dan tahun ini saya cukup membatasi dan take it easy for my self and not to push myself to see everything. But I must say that this year, Milan Design Week is growing bigger than last year, dan pengunjungnya sangat banyak! Metro merah (jalur utama kota Milan dan berhenti di spot-spot Milan Design Week) menjadi salah satu metro terpenuh setiap pagi dan sore karena banyak turis berkeliling Milan pada jam-jam tersebut.
Brera Design District
Ventura Centrale
(Washi Tape hall)
Ventura Centrale
The Diner, Ventura Centrale

The Giants and The Dwarfts, Ventura Centrale
Preciosa, Brera
Overall, I'm satisfied enough with my experience this year.

Anyway, kemudian di salah satu hari di tengah-tengah Design Week tersebut, pacar saya graduate! Auguri! Dia sudah menyelesaikan Master Degree nya dengan major Materials and Nano Engineering. Saya datang dan melihat Thesis Defense nya dan mengikuti hingga akhir prosesi. Oh ya, kalau di sini, setelah sidang, pengumuman nilai dan lulus dalam satu hari saja. Semua terbuka dan biasanya para kandidat datang dengan keluarga (terutama teman-teman Italian), di jam makan siang pembagian ijazah dan sudah selesai.

Tidak ada toga-toga atau ceremony khusus. Corona yang dikenakan (daun-daun ala greek itu) dan pita merah biasanya dibawakan oleh kerabat terdekat kandidat. Biasanya setelah selesai kandidat, teman-teman kandidat, dan keluarga minum wine bersama di kampus, setelah makan siang bersama, mereka biasanya berkeliling kota Milan (Duomo, Vittorio Emanuele) untuk mengambil gambar mereka dengan corona. Hal ini pun tidak luput dari perhatian masyarakat, terbukti ketika kami selesai makan siang dan jalan-jalan ke Duomo, banyak yang mengucapkan selamat (Auguri!) kepada pacar saya. Terutama nenek-nenek, atau bapak-ibu. So fun!

Anyway, semoga segera mendapatkan pekerjaan yang diinginkan ya! :)

Wearing corona in Galleri Vittorio Emanuele II
In front of our uni-rectorat building

Despite those things,
kalau kalian menyadari beberapa waktu terakhir, instagram saya cukup banyak berisi foto saya sendiri. This, because of boyfriend got a new camera and lenses!
Karena hal tersebutlah, di waktu yang tepat di musim semi ini, jadilah photoshoot ala-ala yang sebenernya juga tidak direncanakan-rencanakan banget, karena ya kami jalan-jalan di taman saja, menonton street performance, sambil foto-foto. Lensa yang digunakan adalah fixed lens dan pancake lens.  The photos look so good tho! Saya coba edit beberapa foto yang saya suka dengan tone ala-ala Call Me by Your Name. Summer, park, and Italy suit the photo the best!

Jeans, stripes socks, sneakers, green grass
Fixed lens
Pancake lens
Bel tempo al parco!

Berbeda dengan tahun lalu, saya ingat tahun lalu di bulan April saya trip ke Rotterdam, Delft, dan Amsterdam, untuk mencicipi ketenaran Keukenhof dan sekaligus nonton konser John Mayer (YESSSS!!). Sekarang ini karena memang sudah saatnya, saya mengurangi porsi berjalan-jalan dan sedang mengerjakan hal-hal yang seharusnya saya kerjakan (Tesina) karena dua hari lagi adalah review saya dengan Prof. Prof saya ini sebenarnya sangat baik namun beliau ini cukup strict dan ketat, I have to follow her expectation. 

Anyway, despite the meeting, I must admit that I also have a plan to have a coffee with my friend tomorrow afternoon, and I need to pick up my package in Duomo this afternoon. Who can refuse good weather, anyway?

Faktanya, satu minggu terakhir bunga-bunga sudah berguguran dan panasnya Italia mulai menunjukkan taringnya. Don't forget to prepare your sunblock, sunglasses, and your hat! Not to mention dresses and skirts!

Buon estate, ragazzi!

PS: I would love to make one single post only for spring-kind-of photos (perhaps my photos too (LOL)), I will do it after the review! Please anticipate my next post! *fingercrossed
Also sorry for the mess in the photos (horizontal, vertical, 4:3, 2:3, 16:9, such a chaotic), hope you enjoy!



Addina Faizati,
Milan 2018
Spring, with a pinch of Summer

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Yeaay, akhirnya dipost juga foto kece-nya di sini! Tampak seru banget ya si Milan Design Week ini. Sayang sekali ku belum berjodoh tahun ini, huhu.

    Anyway, semangat buat Tesina-nya ndiiin ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih zuuu berkat support darimu inii. haha iyaa seruu, semoga next time kita bisa ketemu juga zuu <3

      makasiiiih kamu jugaaa buat taun terakhir phdnyaa :3

      Delete