Milan Daily: Gnocchi from Scratch!

By Addina Faizati - 3:00:00 PM


Ciao!
Karena habis review dengan prof, saya merasa saya punya sedikit waktu luang (walaupun hanya semu), jadi saya memutuskan untuk membuat gnocchi sebagai menu makan siang saya. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya menemukan kentang 5kg seharga 2,5 Euro saja. Ya. Tentu saja langsung dibeli dong, baru kemudian saya merasa ini harus diapakan kentang-kentang ini. Pacar saya menyarankan untuk membuat gnocchi saja.

Kebetulan, saya suka sekali gnocchi dan hanya makan gnocchi kalau di restoran Italia saja (dan harganya cukup mahal), jadi, kenapa tidak coba buat gnocchi seperti Magolfa (salah satu nama restoran Italia di Milan) punya?

Gnocchi
sumber: Wikipedia
Anyway, apa sih gnocchi itu? Gnocchi, yang dibaca: 'nyokki', adalah salah satu makanan khas Italia yang mungkin tidak sepopuler pasta dan pizza, tapi pada dasarnya konsepnya cukup mirip dengan pasta. Gnocchi sendiri artinya adalah knotted wood, dan bentuknya kecil-kecil seperti ujung ikatan (knot) dan diberi aksen guratan dengan menggunakan garpu untuk mempercepat matang dan untuk mempermudah saus 'nyangkut' pada gnocchi. Varian gnocchi berbeda-beda tiap region di Italia, namun yang saya pernah coba adalah gnocchi quattro formaggio, yang berarti gnocchi dengan empat jenis keju. 

Nah, bahan baku gnocchi ini adalah kentang ya, dan saya punya 5 kilogram kentang yang bisa diolah menjadi gnocchi. Bahannya hanya kentang, tepung, dan telur saja kok. Saya akan share step-by-step membuat gnocchi berdasar pengalaman saya dan pacar saya, dan kurang lebih kami memasaknya menggunakan intuisi sehingga tidak ada detail berapa gram tepung dan sebagainya. Semoga mudah dipahami dan bisa diikuti ya! :)

#1
#2
Pertama, siapkan kentang yang ingin diolah. Untuk porsinya kebetulan saya membuat gnocchi dengan 4 buah kentang besar ini dan bisa untuk makan 4 porsi. Walapun sebenarnya porsi itu relatif ya, tapi kira-kira seperti itu. Bisa juga ditambahkan, karena kalau lebih, gnocchi yang belum dimasak bisa disimpan (walaupun tidak terlalu lama).

Kemudian kupas kulit kentang dan potong kentang dalam ukuran medium. Kentang dipotong dengan tujuan agar lebih cepat matangnya saat direbus di tahap berikutnya. Saya memotong kentang menjadi kira-kira 8 bagian. Sambil mengupas kentang tadi, sebelumnya saya merebus air terlebih dahulu.

#3
#4
#5
Sambil tadi mengupas kentang, air yang direbus sudah mendidih, kemudian masukkan kentang yang sudah dipotong-potong tadi ke dalam air mendidih. Tunggu hingga kentang masak, yang menurut saya cukup lama karena memang kentang masaknya lama.

Setelah kentang masak, angkat, tiriskan, dan masukkan ke dalam mangkok besar untuk kemudian dihancurkan. Saya menggunakan garpu untuk menghancurkan kentang yang sudah matang tadi. Setelah itu tambahkan 1 butir telur ke dalam kentang yang sudah hancur tadi, aduk-aduk hingga merata dan kentang terlihat lebih lembut.

#6
#7
Langkah selanjutnya adalah, tambahkan sedikit garam dan tepung (multi purpose) ke dalam adonan. Pada fase ini, kira-kira saja tepungnya karena akan berbeda-beda tergantung dengan kentang masing-masing. Pastikan kentang dan tepung tercampur rata, tidak terlalu lengket, juga tidak terlalu kering. Hingga kira-kira adonan tampak seperti pada gambar nomor 7.

Pada tahap ini saya beberapa kali menambahkan tepung, sedikit demi sedikit dulu saja sampai kira-kira adonannya pas dan siap untuk diuleni seperti pada gambar nomor 8 di bawah ini.

#8
#9
Setelah siap, uleni adonan pada talenan hingga kira-kira adonan cukup pulen untuk dibentuk. Kalau adonan terlalu besar, saya membaginya menjadi empat pada proses pembuatan gnocchi ini agar lebih mudah diuleni dan muat pada talenan saya. Ciri-cirinya adonan sudah siap dibentuk adalah adonan terlihat kenyal, mulus, dan membulat. Oh ya sebelum menguleni adonan, penting untuk menabur talenan dengan tepung dan juga tangan dibalur dengan tepung untuk mencegah adonan lengket di tangan maupun pada talenan.

Setelah adonan siap dibentuk, pada gambar 9 bisa dilihat 3 tahapan adonan, gambar (1) adalah adonan yang diuleni, gambar (2) adalah tahap selanjutnya, adonan yang sudah pulen dipipihkan seperti tabung kecil kira-kira 2-3 cm, dan pada tahap (3) adalah adonan dipotong kecil-kecil pendek seperti pada gambar. Biasanya gnocchi berbentuk kecil-kecil kira-kira sekitar 1,5cmx1,5cm, namun saya buat cukup besar (2/3cm x 1/1,5cm) karena saya capek nanti kalau membuatnya terlalu kecil-kecil hahaha

#10 
#11
Setelah adonan pipih kecil-kecil tadi sudah siap semua, tahap selanjutnya adalah menekannya lembut dengan garpu. Ya, satu-satu! LOL. Anyway, mungkin kalau terlalu malas bisa juga tahap ini di skip. Tidak ada bedanya, tujuan dari ulir pada gnocchi adalah agar saus lebih mudah nempel pada gnocchi. Tapi di restoran yang saya pernah datangi, gnocchi nya juga berbentuk bulat kecil-kecil. Jadi mungkin ini tergantung selera ya. Pada video yang saya lihat malah gnocchi diputar pada garpu sehingga ulir terbentuk 360'.

Anyway, setelah siap, gnocchi tadi diperlakukan hampir sama dengan pasta. Masukkan pada air yang sudah mendidih, dan tunggu hingga gnocchi mengambang di permukaan air. Cukup cepat kira-kira 5 menit saja gnocchi sudah matang. Kalau sudah matang nanti bentuk gnocchi akan mengembang seperti pada gambar 11.

Selanjutnya, aduk-aduk gnocchi pada teflon panas dengan campuran saus yang paralel disiapkan sebelumnya, yaitu: keju, susu, tambahkan garam, pepper, sedikit paprika, dan peperoncino. Voila!

Gnocchi alfredo sauce

Oh ya untuk sausnya, ini bukan otentik Italia ya. Sisa gnocchi yang ada bisa dimasukkan kontainer dengan catatan taburkan tepung secukupnya agar tidak lengket satu sama lain. Masukkan kulkas agar tidak busuk. Saya tidak tahu sih berapa lama bisa bertahan, saya sendiri buat gnocchi hanya dalam satu harian habis (sampai malam/besok siang).

Anyway, cukup surprised dengan hasilnya. Gnocchinya kenyalnya pas dan creamy keju membuatnya makin yum! Pada porsi makan berikutnya saya coba gnocchi dengan saus bolognese, tapi memang gnocchi paling cocok dipadankan dengan keju. Gnocchi bisa dijadikan alternatif kalau bosan pasta atau mie, tapi tidak ada beras, atau tidak mau makan nasi.

Saya pribadi suka dengan gnocchi ini dan kebetulan punya banyak banget stok kentang (karena dapet harga murah). Walapun sedikit effort membuatnya, cocok juga buat dijadikan refreshing loh!

Semoga resepnya bermanfaat dan mudah diikuti ya! :)


Addina Faizati
Milan, 2018

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. mbaaak jadi pengen nyobainnn wkkw ku praktekin deh besok

    ReplyDelete
    Replies
    1. cobain ky moga2 hasilnya sesuai ekspektasi yaa hahah

      Delete